Beternak ayam, baik ayam kampung maupun ayam pedaging, memerlukan perhatian khusus terhadap kesehatan ternak. Berbagai penyakit dapat menyerang ayam kapan saja, terutama jika kebersihan kandang kurang terjaga, pakan tidak berkualitas, atau program vaksinasi tidak dilakukan dengan baik.
Jika penyakit tidak segera ditangani, dampaknya bisa berupa penurunan pertumbuhan, produksi telur menurun, bahkan kematian dalam jumlah besar. Oleh karena itu, peternak perlu mengenali gejala sejak dini agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.
Pentingnya Mencegah Penyakit pada Ayam
Mencegah penyakit jauh lebih murah dan efektif dibandingkan mengobati ayam yang sudah sakit. Beberapa langkah pencegahan yang wajib dilakukan antara lain:
- Menjaga kebersihan kandang.
- Memberikan pakan yang bergizi.
- Menyediakan air minum yang bersih.
- Melakukan vaksinasi sesuai jadwal.
- Membatasi keluar masuk orang atau peralatan ke kandang (biosekuriti).
- Mengisolasi ayam yang sakit agar tidak menular ke ayam lain.
1. Newcastle Disease (ND) atau Tetelo
Penyebab
Penyakit ini disebabkan oleh virus Newcastle Disease dan sangat mudah menular.
Gejala
- Nafsu makan menurun.
- Ayam lesu.
- Leher terpuntir.
- Kelumpuhan.
- Keluar lendir dari hidung.
- Diare berwarna hijau.
Penanganan
Belum ada obat yang dapat menyembuhkan infeksi virus ND. Ayam yang sakit sebaiknya segera dipisahkan. Berikan perawatan suportif seperti air minum yang cukup, vitamin, dan elektrolit untuk membantu daya tahan tubuh.
Pencegahan
- Vaksin ND sesuai jadwal.
- Jaga kebersihan kandang.
- Terapkan biosekuriti yang ketat.
2. Flu Burung (Avian Influenza)
Penyebab
- Virus Avian Influenza.
- Gejala
- Jengger kebiruan.
- Sesak napas.
- Nafsu makan hilang.
- Kematian mendadak.
Penanganan
Penyakit ini tidak memiliki pengobatan yang efektif. Ayam yang diduga terinfeksi harus segera dipisahkan dan dilaporkan kepada petugas kesehatan hewan setempat sesuai ketentuan yang berlaku.
Pencegahan
- Tingkatkan biosekuriti.
- Hindari kontak dengan unggas liar.
- Bersihkan dan desinfeksi kandang secara rutin.
3. Berak Kapur (Pullorum)
Penyebab
Bakteri Salmonella pullorum.
Gejala
- Kotoran berwarna putih seperti kapur.
- Nafsu makan turun.
- Tubuh lemas.
- Pertumbuhan terhambat.
Penanganan
Pisahkan ayam yang sakit dan konsultasikan dengan dokter hewan untuk penggunaan antibiotik yang sesuai. Hindari penggunaan antibiotik tanpa diagnosis karena dapat memicu resistensi.
Pencegahan
- Gunakan bibit ayam yang sehat.
- Jaga sanitasi kandang.
- Bersihkan tempat pakan dan minum setiap hari.
4. Kolera Ayam (Fowl Cholera)
Penyebab
Bakteri Pasteurella multocida.Gejala
- Demam.
- Nafsu makan menurun.
- Diare.
- Bengkak pada bagian kepala.
Penanganan
Segera konsultasikan dengan dokter hewan. Pengobatan umumnya menggunakan antibiotik yang diresepkan sesuai hasil pemeriksaan.
Pencegahan
- Sanitasi kandang.
- Pengendalian tikus dan hewan liar.
- Vaksinasi bila dianjurkan di daerah setempat.
5. Cacingan
Penyebab
Cacing yang hidup di saluran pencernaan.
Gejala
- Ayam kurus.
- Nafsu makan meningkat tetapi berat badan tidak naik.
- Bulu kusam.
- Pertumbuhan lambat.
Penanganan
Berikan obat cacing khusus unggas sesuai petunjuk penggunaan atau anjuran dokter hewan.
Pencegahan
- Bersihkan kandang secara rutin.
- Ganti alas kandang bila lembap.
- Lakukan program pemberian obat cacing secara berkala jika diperlukan.
6. Snot (Infectious Coryza)
Penyebab
Bakteri Avibacterium paragallinarum.
Gejala
- Mata bengkak.
- Hidung berlendir.
- Bersin.
- Bau tidak sedap dari wajah.
Penanganan
Pisahkan ayam yang sakit. Pengobatan biasanya memerlukan antibiotik sesuai anjuran dokter hewan.
Pencegahan
- Kandang memiliki ventilasi yang baik.
- Hindari kepadatan kandang yang berlebihan.
- Jaga kebersihan lingkungan.
7. Coccidiosis (Berak Darah)
Penyebab
Parasit Eimeria.
Gejala
- Kotoran bercampur darah.
- Ayam lemas.
- Nafsu makan turun.
- Berat badan menurun.
Penanganan
Gunakan obat antikoksidia sesuai petunjuk dokter hewan atau label produk, serta jaga kandang tetap kering.
Pencegahan
- Hindari kandang yang lembap.
- Bersihkan alas kandang secara rutin.
- Terapkan sanitasi yang baik.
8. CRD (Chronic Respiratory Disease)
Penyebab
Bakteri Mycoplasma gallisepticum.
Gejala
- Batuk.
- Bersin.
- Napas berbunyi.
- Pertumbuhan lambat.
Penanganan
Perbaiki ventilasi kandang dan konsultasikan penggunaan antibiotik yang sesuai dengan dokter hewan.
Pencegahan
- Kurangi debu di kandang.
- Hindari perubahan suhu yang ekstrem.
- Jaga kualitas udara.
Cara Menjaga Ayam Tetap Sehat
Agar ayam tetap sehat dan produktif, lakukan langkah-langkah berikut:
- Berikan pakan berkualitas sesuai umur ayam.
- Sediakan air minum bersih setiap saat.
- Bersihkan kandang setiap hari.
- Lakukan desinfeksi kandang secara berkala.
- Terapkan vaksinasi sesuai rekomendasi dokter hewan atau dinas peternakan.
- Isolasi ayam yang menunjukkan gejala sakit.
- Pantau kondisi ayam setiap hari agar gejala penyakit dapat dikenali sejak dini.
Kesimpulan
Penyakit pada ayam dapat menyebabkan kerugian besar jika tidak ditangani dengan cepat. Dengan mengenali gejala berbagai penyakit seperti Tetelo (ND), Flu Burung, Berak Kapur, Kolera Ayam, Cacingan, Snot, Coccidiosis, dan CRD, peternak dapat mengambil langkah penanganan yang tepat. Kunci utama keberhasilan beternak ayam adalah pencegahan melalui kebersihan kandang, biosekuriti, pakan bergizi, dan program vaksinasi yang teratur.







